Banyak yang menganggap materai hanya hal kecil yang melengkapi dokumen. Padahal ada fungsi-fungsi lain materai yang perlu dipahami, supaya menghindari potensi hal buruk ke depannya. Lalu, apa sebenarnya fungsi materai tersebut? terutama pada aspek hukum dan legalitas. Simak penjelasannya melalui artikel berikut ini.
Apa Itu Materai?
Materai adalah tanda berupa label tempel, elektronik, atau bentuk lain yang memiliki ciri khusus dan pengaman resmi dari pemerintah. Fungsinya bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai bukti bahwa suatu dokumen telah dikenakan pajak. Saat ini, materai yang berlaku bernilai Rp10.000 dan penggunaannya diatur dalam Undang-Undang Bea Materai.
Baca juga, Legal Drafting di Indonesia: Lindungi Bisnis dengan Kontrak Kuat
Apa Sebenarnya Fungsi Materai Itu Sendiri?
Hal yang penting dipahami adalah materai bukan menjadi syarat mutlak sah atau tidaknya sebuah perjanjian. Namun, tentu tetap memiliki peran yang tidak dapat dilihat sebelah mata, seperti:
- Sebagai bukti pembayaran pajak
Materai menunjukkan bahwa dokumen kamu telah memenuhi kewajiban pajak kepada negara. - Mempermudah proses di pengadilan
Dokumen bermaterai cenderung lebih praktis digunakan sebagai alat bukti tanpa perlu proses tambahan. - Meningkatkan kepercayaan dalam transaksi
Dalam praktik bisnis, keberadaan materai seringkali memberikan kesan lebih profesional dan kredibel. - Digunakan pada dokumen tertentu
Seperti surat perjanjian, surat kuasa, kwitansi bernilai tertentu, serta dokumen yang berkaitan dengan jumlah uang atau pembuktian hukum.
Dokumen Perjanjian Tanpa Materai Apa Sah?
Selama syarat dari perjanjian tersebut terpenuhi, tanpa adanya materai pun dokumen perjanjian tetap sah. Terutama selagi ada kesepakatan para pihak, para pihak cakap hukum, objeknya jelas, dan tujuannya tidak melanggar hukum, perjanjian tersebut tetap memiliki kekuatan hukum. Jadi, jangan keliru menganggap materai sebagai penentu keabsahan.
Baca juga, Beragam Jenis Perjanjian Hukum yang Wajib Dipahami
Kapan Sebaiknya Menggunakan Materai
Supaya tidak menimbulkan kendala di kemudian hari, kamu dapat menggunakan materai pada dokumen tertentu, seperti:
- Berkaitan dengan nilai uang
- Berpotensi menjadi alat bukti di pengadilan
- Memerlukan kelengkapan administratif
Jika ragu, lebih baik langsung menggunakan materai sejak awal daripada harus repot melakukan pemateraian ulang.
Kesimpulan
Materai memang bukan penentu keabsahan dari sebuah dokumen perjanjian, namun perannya tetaplah penting. Selain sebagai bukti pembayaran pajak, materai juga membantu memperkuat posisi dokumen saat dibutuhkan secara hukum. Jadi, pastikan kamu menggunakannya dengan tepat agar dokumen kamu tidak hanya terlihat resmi, tetapi juga siap digunakan kapan pun diperlukan.
